Minggu, 20 April 2014

Pencobaan (D6)

Pencobaan

D-6 1933, 1968

Mat 4: 1-11

Pencobaan bagaikan seorang mata-mata, yang menggunakan berbagai upaya dan taktik untuk memperoleh informasi yang sebenarnya.
Contohnya:
  • Delila, terus menerus membujuk dengan kata-kata serta menggoda Simson, agar supaya dia mau mengungkapkan rahasia kekuatannya. Akhirnya Simson tergoda oleh nafsu seks.
  • Yudas (Yoh 13:2, 27, 30, 18:3) memimpin pasukan untuk menangkap Yesus, karena digoda oleh uang
Kesimpulannya
bahwa seks dan harta merupakan sumbu peledak bagi pencobaan. Ia selangkah demi selangkah menggoda kita sampai jatuh ke dalam jurang kegagalan. Kedua orang tersebut di atas, seorang  murid Yesus dan seorang hakim-hakim. Mereka toh dikalahkan oleh pencobaan. Bukankah kita harus lebih hati-hati dan waspada?
I. Orang duniawi tidak perlu digoda lagi

Matius 4:3 menunjukkan bahwa Pencoba itu adalah Iblis. Ayat 5, 8, 11 tercatat Yesus dicobai oleh iblis. Allah sendiri tidak mencobai siapapun (Yak 1:13).  Orang-orang duniawi selalu berada di bawah kuasa Iblis dan menjadi hambanya, sehingga mereka tidak perlu dicobai lagi.  Hanya mereka yang telah meninggalkan Iblis dan menjadi anak Tuhan yang dapat membangkitkan rasa cemburu bagi iblis, sehingga Iblis mau menggoda mereka kembali. Demikianlah asal mula dari pencobaan bagi anak Tuhan (Yoh 15:19)

II. Mahasiswa Teologia tidak luput dari pencobaan

Demi mempersiapkan diri dalam karya penyelamatan bagi dunia, Yesus berada di padang gurun selama 40 hari. Datanglah Iblis mencobai Yesusagar supaya Dia gagal.

Demikian juga kita dalam saat teduh membaca Firman Tuhan dan berdoa untuk mempersiapkan diri bagi pekerjaan penyelamatan jiwa-jiwa, tetapi kita jangan menyangka di tempat yang sunyi tidak ada pencobaan, atau di dalam kampus sekolah teologia yang memiliki lingkungan baik, tidak ada pencobaan, melainkan pencobaan itu dapat datang menimpa kita di mana  dan kapan saja.

Sesudah kita mengatasi satu pencobaan, datang lagi pencobaan yang berikut dan seterusnya. Jika semuanya sudah kita kalahkan, ia akan meninggalkan kita untuk sementara waktu, tetapi nanti ia akan datang kembali mencobai kita lagi. Pencobaan Iblis kepada Tuhan Yesus sudah menjadi contoh bagi kita.

III.     Cara Iblis mencobai orang : Dari unsur jasmaniah sampai rohaniah.
  1. dari kecil sampai besar
  2. dari ringan sampai berat
  3. dari bawah sampai ke atas
  4. dari konkrit sampai abtrak.
 Pencobaan tubuh

Peribahasa mengatakan “makan adalah instinct utama bagi manusia”.  Filosofi demokrasi mementingkan kebutuhan sandang pangan yang berhubungan dangan tubuh manusia. Iblis menggunakan pencobaan cara ini untuk mencobai anak-anak Tuhan. Banyak anak-anak Tuhan telah gagal karena pencobaan ini.

Hawa kehilangan Taman Firdaus, Esau kehilangan hak anak sulung, seorang nabi mati kerena semangkok nasi, dan Akhan gagal karena tamak akan jubahnya Sinear yang indah. Kita sebagai penginjil, bukankah kita harus lebih berhati-hati?

Banyak pelayan Tuhan meninggalkan ladang Tuhan, karena merasa lebih mudah mendapatkan uang secara duniawi. Bagaimana dengan kita sebagai hamba Tuhan? Keadaan ekonomi gereja sangat minim, bagaimana sikap kita? Maka kita harus lebih mawas dan waspada.
Pencobaan jiwa

Menimbulkan kesombongan dalam hati.  Raja Nebukadnezar karena kesombongannya, ia makan rumput seperti lembu.  Raja Saul karena kesombongannya, ia disingkirkan. Raja Herodes karena kesombongannya, ia mati dimakan ulat. Oleh sebab itu, seorang yang rendah hati barulah dapat dipakai Tuhan, apalagi seorang hamba Tuhan harus lebih rendah hati lagi.

Tuhan Yesus bersabda: “ Hatiku lemah lembut dan rendah hati. Kamu mau memikul kuk-Ku dan meneladani saya”. Jadi tanpa rendah hati seorang tak akan dipakai Tuhan. 
Pencobaan roh

Bila saudara cinta akan dunia ini, itu sudah dianggap menyembah Iblis, karena ada orang yang menjadikan kebutuhan pangan sebagai Tuhannya. Ada juga orang yang menyembah Mormon. 
Bagaimana dapat mengalahkan pencobaan? Berdoa, dipenuhi Roh Kudus dan menyimpan Firman Tuhan dalam hati.
Kebahagiaan bagi orang yang menang atas pencobaan

“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. (Yak 1:12)

Saudara-saudara, Yesus dalam medan pertempuran berhadapan dengan Si Pencoba, yaitu Setan tua yang berpengalaman. Hal ini jangan kita pandang enteng.  Setelah Yesus menang atas pencobaan ini, datanglah malaikat melayani-Nya dan dilanjutkan dengan makan malam terakhir. Kemudian Yesus menyelesaikan karya besar penyelamatan umat manusia. Kalau tidak demikian, manusia sudah tidak punya harapan. Setelah memenangkan sebuah pencobaan, akan menyusul pencobaan-pencobaan lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar