Minggu, 25 Januari 2015

Kamu di Pihak yang Mana? (D42)

Kamu di pihak yang mana?
D-42 4/2-1967
Lukas 15

Tema ini pada jaman ini dianggap tema modern. Hal ini menyatakan jaman sekarang adalah jaman yang kacau balau, celakalah jika kita tidak hati-hati berada di pihak yang salah. Kita harus mengetahui keberadaan kita sangat bernilai dan jiwa kita sangat berharga. Maka banyak orang politik mengharapkan kita berada di pihak mereka, demikian pula para pemikir dan pemimpin agama juga mengharapkan kita berada dipihak mereka. 

Minggu, 18 Januari 2015

Kristus Mengendarai Keledai Masuk Yerusalem (D41)

Kristus mengendarai seekor keledai masuk kota Jerusalem
D-41  6/2-968
Mat 21:1-11

Pada suatu hari, di luar pintu kota Jerusalem, sangat besar jemlahnya orang masuk ke kota dengan sorak-sorai, suara memgemparkan kota. “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!" maka banyak orang memperhatikan rombongan orang ini, mereka melihat ada seorang yang bernama Yesus, ia mengenakan baju putih dan menunggang seekor keledai muda. Banyak orang menghamparkan pakaiannya di jalan agar dilewati keledai itu, dan banyak orang laki-laki dan perumpuan mengikuti dan besorak-sorai. Sungguh mulia dan suatu kebesaran buat Tuhan Yesus.

Minggu, 11 Januari 2015

Duduk Sajalah dan Menanti (D40)

Duduk sajalah dan menanti
D-40  4/2-1968
Rut 3:18, 4:7-17

Rut adalah seorang janda muda, ia meninggalkan kampung halamannya, keadaannya miskin dan piatu.  Tetapi ia mempunyai seorang keluarga yang paling dekat bernama Boas, menurut hukum Taurat pada saat itu keluarga yang terdekat akan mengambilnya menjadi isteri dan menurunkan keturunan baginya. Ul 25:5

Minggu, 04 Januari 2015

Berusaha Sungguh-sungguh Mengenal Tuhan (D39)

Berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan
D-39 30/1-1968

Hos 6:3
Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."

Kita sudah percaya kepada Tuhan Yesus, apakah kita masih belum mengenal Dia? Jika kita katakan bahwa kita mengenal Dia, mengapa kerohanian kita suam-suam kukuh? Maka dapat dikatakan bahwa kita masih belum mengenal Tuhan.