Minggu, 01 Juni 2014

Menjadi Tontonan (D12)

Menjadi tontonan
I Kor 4:9
D-12  23/11-1947,  7/6-1964

I Kor 4:9  Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia.
  1. Datar belakang─dunia ini
  2. Pelakon─kita semua
  3. Penonton─malaikat, manusia
Dunia hanya sebagai topeng belaka, tidak akan kekal, pada suatu hari, semua akan menjadi lenyap. Apa yang kita lihat di panggung? Kadang-kadang ada istana, kadang ada tempat orang miskin, kadang ada air dan gunung yang indah; sangat mempesona kita.  Kadang ada medan peperangan yang sangat menakutkan. Namun semua dekorasi di atas panggung hanya bersifat sementara, satu babak demi satu babak akan lewat, semua pelakon di atas panggung hanya melakonkan perannya.

Sukacita hari ini telah selesai, besok datang lagi kesedihan, demikianlah silih berganti.
Kita dapat mempermainkan dunia, tetapi jangan dunia mempermainkan kita. Dunia milik kita, tetapi kita bukan milik dunia; kita dapat menguasai dunia, jangan membiarkan dunia menguasai kita.

Apa gunanya kita memperoleh dunia, menjadi rajapun hanya sementara.

Kita menjadi pelakon sandiwara, sebentar saja, dari lahir, kemudian remaja, pemuda, dewasa, tua dan lemah, kemudian mati hanya dua jam diatas panggung sudah selesai.

Maka kita saat melakon dalam keadaan sukacita, harus kita melakon dengan baik, demikian saat melakon keadaan menderita juga harus melakon dengan sungguh-sungguh, semua peranan harus sesuai dengan sandiwara itu, tidak boleh dengan kemauan sendiri. Dengan demikianlah akan mempunyai sandiwara yang baik.

Para pelakon sandirwara harus melakon dengan hidup, tidak boleh asal-asal saja, orang tidak datang menonton karena ada pelakon hanya asal-asal saja melakon.

Semua peranan harus dilatih lebih dahulu sebelum naik panggung. ( kita harus selalu ada meditasi)

Orang yang menonton di bawah panggung:
  • Ketika engkau melakon seorang  yang  lucu dan sukacita, mereka akan bertepuk tangan dan ketawa.
  • Ketika engkau melakon seorang yang sangat kasihan, mereka akan bercucuran air mata dan menangis
  • Ketika engkau melakon seorang penjahat dan kejam, mereka akan marah dan ingin melawan.
  • Ketika engkau melakon, tetapi tidak bersemangat, mereka akan ngantuk dan tidur.
Maka kita harus menjadi seorang pelakon yang mempunyai daya tarik dapat membawa jiwa-jiwa percaya kepada Kristus.


一台戲
林前4:9
D-12  23/11-1947,  7/6-1964
一、    佈景─世界
二、    角色─我們
三、    觀眾─天使, 世人

世界是虛假的, 不是長久的, 有一天, 總要幻滅, 在戲台上看見, 有時是皇宮, 有時是貧人窟, 有時山清水秀, 令人可愛的, 有時戰場, 令人可怕, 然而戲台上所佈的景, 無論什麽景, 都是暫時的, 一齣又一齣的過去, 做戲的人只要在台下做他的戲罷了。

今日快樂的一幕過去了, 明日悲傷的一幕又來, 今日是悲傷, 明日又是快樂。
我們可以玩弄世界, 不可被世界所愚弄, 我們不要屬世界, 世界是屬我們, 我們可以支配世界, 不要被世界支配我們。

你們得全世界也無什麽益處, 就算你做王帝也不過轉眼間就要下台了。

我們做戲的人, 轉眼間就過去了, 由出世而長大而壯而老而衰而死, 在台上最多也不過二個鐘頭罷了。

所以做到快樂時就要在快樂中做, 做到苦境時也要做, 不能隨我們心意, 快樂就要接受, 苦境就要拒絕逃跑, 這樣才有戲做。
做戲的人要做得維妙為肖, 不能苟且, 台下觀眾不到, 你苟且的。
推門向門入門出門上梯下梯你若做得好戲必須在平時有練習 (也就是靈修)

台下看戲的人最會看戲的
當你做到喜樂時, 他就笑逐顏開而拍掌了
當你做到悲哀時, 他就含淚啼哭了
當你做到奸惡時, 他就磨拳擦掌了
當你做得沒神氣時, 他就入睡了

所以我們做到有感力引人歸基督, 因此有些富於情感的婦女寧願跟從了他不顧一切

在棠村做了十四日戲失去了女子四人
做戲之後, 班主開薪

Tidak ada komentar:

Posting Komentar