Tanah Liat di Tangan Penjunan
D-15 5/4-1964
Kej 2:18-25, Yes 64:8,
Manusia di tangan Tuhan bagaikan tanah liat di tangan penjunan, Alkitab memberitahukan kita, manusia dibentuk oleh tangan Allah. Keadaan Allah membentuk manusia, paling tepat digambarkan seperti penjunan membentuk bejana-bejana yang diinginkan. Maka keadaan hidup manusia, seumpama tanah liat di tangan penjunan.
Apa artinya, manusia bagaikan tanah liat di tangan penjunan? Jika anda mempunyai kesempatan ke tempat pekerjaan penjunan, anda akan mengerti. Saat kita memikirkan pekerjaan penjunan, kita akan memikirkan tanah liat yang ada di tangan penjunan. Tanah itu memiliki beberapa keistimewaan, sama manusia ada keistimewaan di tangan Allah. Apa keistimewaannya?
Pertama, tanah di tangan penjunan akan menuruti kemauan penjunan.
Manusia di tangan Allah juga demikian, dalam tingkah laku kita tidak bisa melampau batas ketentuan Allah yang telah membentuk kita. Kaya miskin tidak mempengaruhi karakter baik dari bentukan Allah. Jika kita memiliki tujuan yaitu, hanya menaati kehendak Allah, maka kita akan melakukan seperti diajarkan oleh orang terdahulu “kaya tidak berzinah, miskin tidak berubah". Paulus berkata, “Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.” (Fil 4:12). Apa yang menjadi rahasia Paulus? Dia mengerti hidup manusia ada di tangan Allah, bagaikan tanah liat di tangan penjunan. Jika kita mengerti kebenaran ini, kita akan mengikuti rel yang sudah ditentukan Allah, kita mau Allah kita mengatur hidup kita.
Yes 29:16 “Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: "Bukan dia yang membuat aku"; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: "Ia tidak tahu apa-apa"? Sama juga kita di tangan Allah, ditambah lagi “air” yang diberikan, agar kita dapat dipakai Allah. Air adalah kebenaran Firman Tuhan, melalui Firman Tuhan kita dapat dibentuk oleh Allah sesuai dengan kehendaknya. Mengapa?
- Kebenaran Firman Tuhan memampukan kita untuk mengerti akan kehendak Allah (Yoh16:13). Tanah yang dicampurkan dengan air akan menjadi lembut, demikian juga jika kita memiliki kebenaran Firman Tuhan, maka kita akan taat dalam pembentukan Allah.
- Kebenaran Firman Tuhan menolong kita untuk saling mengasihi (1Pet 1:22 ). Masyarakat kita penuh dengan kecemburuan, kebencian dan kekejaman, semuanya akan menghancurkan kasih akan sesama. Mengapa ada kecemburuan antara manusia? Karena kita tidak ada kasih. Mengapa kita tidak bisa saling mengasihi? Karena manusia tidak mengerti akan kebenaran Firman Tuhan, manusia hanya mengasihi diri sendiri, tidak mengetahui bagaimana mengasihi orang lain. Egoisme, menganggap diri hebat, semuanya itu penyebabnya sama. Kecemburuan kita adalah karena kita mengakui diri tidak sehebat dengan orang lain dan kita tidak mengenal, bahwa jika kita tidak sehebat dengan orang lain, itu juga adalah ketentuan Allah. Kalau kita tidak mengerti kebenaran ini, bagaimana kita dapat menaati kehendak Allah dan dibentuk oleh Allah bagaikan tanah liat di tangan penjunan?
- Kebenaran Firman Tuhan menyucikan hidup kita (2Tim 2:21) 21 “Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.” Jika ada Firman Tuhan dalam hati kita bagaikan tanah sudah dicampur dengan air, maka dalam hati kita sudah mendapatkan perubahan dan mau dibentuk Allah menjadi bejana yang berguna. Bejana yang sudah terjadi masih perlu dibakar dengan api, agar bejana ini menjadi kuat, berkilau-kilauan dan indah.
Kedua, tanah di tangan penjunan, harus menuruti kehendak Sang Penjunan(Allah) untuk dibentuk.
Orang dahulu mengatakan, “Langit (Tuhan) memberikan tugas besar kepada kita, Ia akan menguji tekad dan kehendak kita, membiarkan kita dalam penderitaan dan kemiskinan dan kesusahan”. Demikian juga kita di tangan Allah, kita harus menuruti bentukan Allah, apakah akan dibentuk menjadi bundar atau menjadi kotak, kita tidak mempunyai hak atas diri kita dan kita tidak bisa kita melawan penjunan (Allah) kita, banyak cara Allah membentuk kita, kita tidak dapat ungkapkan semua, tetapi “penderitaan” adalah salah satu cara Allah membentuk kita.
Christiana Tsai sudah 22 tahun berbaring di dalam kamar gelap, tetapi hatinya penuh dengan sukacitta. Dia telah mengarang sebuah buku “Ratu di dalam kamar yang gelap” pada tahun 1953 dan diterbitkan oleh percetakan toko buku Moody di Amerika. Pada tahun 1955, Moody sudah menerbitkan edisi ke-5 buku ini. London dalam satu hari pernah terjual habis 1300 jilid buku ini, juga sudah diterjemahkan berbagai bahasa, ada bahasa Jerman, bahasa Indonesia, bahasa Swiss, bahasa Korea, bahkan ada bahasa orang buta, semua kesuksesan ini dari penderitaannya.
Yes 64:8 “Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.”
Ketiga, bagaimana kita dapat dibentuk Allah bagaikan tanah liat di tangan penjunan?
Jika penjunan hanya mendapatkan sekumpal tanah, tetapi tidak mempunyai air, ia tidak dapat membetukan bejana yang diinginkan. Didalam buku pelajaran SD ada satu ceritera tentang kakak dan adik bersama-sama main, kakaknya dengan sekempal tanah dengan air membentukan seorang kakek tua. Hari ini dalam keadaan sulit Allah juga membentuk kita menjadi bejana yang berguna.
Pada abad 15 di Italia ada seorang pengukir bernama 米科安基羅, pada suatu hari ia mencari sebuah batu di tepi sungai, ia melihat di dalam batu itu ada seorang malaekat yang cantik, ia dengan susah payah mengosok batu itu, sampai malaekat di dalam batu itu muncul, kemudian diukir lagi menjadi ukir yang indah.
Kita dapat membayangkan saat ia mengukir, gambar malaekat pasti mengalami banyak penderitaan, batu itu dipahat dan tidak boleh ia membantah, jika ia membantah pasti tidak akan terjadi malaekat yang indah.
Kita juga harus belajar taat, agar kita memiliki kehidupan yang indah dan kehidupan kemenangan.
窑匠的泥
D-15 5/4-1964
創2:18-25, 賽64:8,
人在上帝的手中, 正像窑匠手中的泥, 聖經清楚告訴我們, 人是上帝親手造成的, 上帝造人的情境, 最好的比喻莫過於窑匠造器皿, 所以人生在上帝的手中的情境, 最好的比喻莫過於窑匠的泥了。
說人在上帝的手中, 正如窑匠的泥, 這話是什麽意思呢? 若是你有機會到窑匠那裏一看, 就很明白了, 想到窑匠們的工作就想到窑匠手中的泥, 泥在窑匠手中的情形, 更使我覺得泥在窑匠的手中, 至少有以下的特性, 因此想到人在上帝手中, 也有類似的特性。
(一) 泥在窑匠的手中是聽憑窑匠的安排任由他支配。我們人類在上帝的手中也是一樣, 我們的行事為人絕對不能脫離或超出上帝所姶予我們的軌道之外, 富貴貧賤固然不足介意, 更不能使我們的人格改變, 若果我們抱定這一個目標, 只靠上帝的旨意, 那未我們就如古人所云「富貴不能淫, 貧賤不能移」了, 保羅說, 『我知道怎樣處千賤, 也知道怎麽處豐富或飽足或飢餓或有餘或缺乏, 隨事隨在我都得了秘袂』(腓4:12) 保羅的秘袂是什麽, 就是了解人在上帝的手中正如泥在窑匠的手裏這一個道理, 人如果明白這個道理, 自然要依循上帝的軌道而行, 聽上帝安排任上帝支配了。
賽29:16 『你們把事顛倒了,豈可看匠如泥麼?被製作的物豈可論製作物的說:他沒有製作我?或是被創造的物論造物的說:他沒有聰明?』我們在上帝手裏也是一樣, 要加上水才能符合窑匠上帝的旨意, 能供祂使用, 這水就是上帝的真道要藉著水方能使我們任上帝團揑自如, 成為祂所喜悅的器皿。為什麽?
A. 真理使我們明白上帝的旨意 (約16:13) 泥有水就柔軟, 明白主旨任主團揑聽主支配安排。
B. 真理使我們相愛 (彼前1:22 )現在社會充滿嫉妒, 恨惡, 殘忍, 這一切無不是愛的破壞者。為什麽人與人之間會發生嫉妒呢? 因為我們不相愛。為什麽不肯相愛, 因為人不明白上帝造人的真道, 不顧他人, 只顧自己, 自私自利, 自以為義, 無一不由此而來的。
我們嫉妒他人大抵因為我們自己不如人却不知道自己的所以不如人是出於神的道理, 那麽他怎肯順服上帝, 怎樣肯如同在窑匠手裏的泥一般的任從上帝支配安排呢?
C. 真理使我們聖潔 (提後 2:21) 『人若自潔,脫離卑賤的事,就必作貴重的器皿,成為聖潔¬』我們若果有真理在心裏便如同泥之有水, 個人在心理水立刻有改變, 任主搓揑成為合用的器皿, 不過成功了器皿後還要經火方能堅硬耐用光澤美觀也。
(二) 泥在窑匠的手中, 一定要聽上帝的搓磨團揑
古人說, 「天將降大任於斯人也, 必先苦其心志, 勞其筋骨, 餓其體肤, 困乏其身。」我們在上帝的手裏也是一樣, 一定要聽上帝的搓磨, 要圓就圓, 要方就方, 人沒有權柄來支配自己, 更不能反抗窑匠(上帝) 的搓磨團揑的方法多端, 我們不能一一列舉, 譬如痛苦就每每成為祂搓磨團揑的一個方法。
據說蔡蘇娟在病床廿二年住在斗室不能見光, 但她內心充滿快樂, 著作了一本暗室之後, 1953年在美慕廸書局出版, 1955年己出版五次, 在倫敦一日之內暢銷一千三百本之多, 現譯成德文, 印文, 高麗文, 瑞典各國文字, 甚至譯成盲人文字, 這都是苦難造成。
所以 賽64:8 『 耶和華阿,現在你仍是我們的父!我們是泥,你是匠;我們都是你手的工作。』
(三) 我們如何才能給上帝搓磨像泥之於窑匠呢?
倘若窑匠只得一塊泥土却沒有水, 不用水去混在一起來團團揑揑, 也是不能成物的。在小學教科書裏有一個故事說有兩兄弟一同玩耍, 哥哥用一把泥土和一點水團團揑揑居然成了一個老翁。
今天生活困難也是上帝要煉我們成為合時合用之器皿。
據說, 十五世紀意大利的雕刻家米科安基羅有一天竟到一個石坑的旁邊找到一段石塊, 裏面藏著一個美麗的天使, 可是石頭把他阻住了, 等到米氏花了不少時間心機, 把他打開了再打磨了, 使它光滑了, 才成一個真正美麗的天使。
我們可以想像在工作過程當中, 這天使必然受不少磨打, 假如不肯順服要反抗雕刻家的工作, 他怎樣可以成為美麗的天使呢?
我們也當習順服, 使我們的人生成為美麗的人生, 得勝的人生。
耶 18:6「耶和華說:以色列家阿,我待你們,豈不能照這匠弄泥麼?以色列家阿,泥在匠的手中怎樣,你們在我的手中也怎樣。」
Tidak ada komentar:
Posting Komentar