Minggu, 10 Agustus 2014

Tuanku Ditimbang dengan Neraca dan Didapati Terlalu Ringan (D21)

Tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan
D-21  9-8-1964
Daniel 5:1-9, 27

Pada suatu hari, Belsyazar telah membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar ayahnya dari bait suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu. Mereka minum anggur dan memuji-muji dewa-dewa dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu. Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu. Raja sangat ketakutan, ia menyuruh para para ahli jampi, para Kasdi dan para ahli nujum menjelaskan, tetapi tidak seorangpun yang sanggup membaca, hanya Daniel dapat membaca dan menjelaskan artinya.  Yaitu “tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan.”


Banyak orang, ketika ia ditimbang dengan neraca sendiri tidak ada kekurangan. Saudara sekalian, raja Belsyasar ditimbang dengan timbangan sendiri tidak kekurangan apa-apa, ia menganggap dirinya baik dan sempurna.

Demikian orang Farisi, sudah berbuat dosa banyak dan dosa besar, tetapi ia masih tidak merasa dirinya ada kesalahan, dalam doanya ia berkata, “aku tidak seperti orang lain yang korup, jahat, aku berpuasa, memberi sedekah. “ Ia ditimbangan dengan neraca sendiri tidak ada kekurangan.

Raja Belsyazar tidak merasa dirinya ada kekurangan, mungkin orang lain juga tidak merasa ia ada kekurangan; banyak orang diluarnya kelihatan baik, orangnya giat dan aktif, tetapi ditimbang dengan neraca Tuhan akan didapati sangat ringan.

Mari kita menimbang diri dengan neraca Tuhan.
Kita di depan sesama mungkin kita menganggap kita baik, tetapi bagaimana di timbang dengan neraca Tuhan. Seperti perumpuan orang Samaria, ia telah melihat dosa-dosanya.

Raja Belsyazar ditimbang dengan neraca Tuhan didapati sangat ringan. 

1. Ia melalaikan peringat Tuhan, tidak sama dengan raja Nebukadnezar. Ia diperingati akan dosanya, orang yang akan dihukum, dimana mereka berbuat dosa  dan dimana mereka akan menerima hukumannya. Bagaimana akibatnya Lot karena tamak akan dunia dan meninggalkan Abraham? Hal ini juga adalah peringat bagi kita, agar jangan kita lalai.

2. Kesombongannya. Dosa kesombongan sangat besar, banyak orang suka sombong dan tidak mau rendah hati.

3. Ia telah menajiskan perkakas bait Allah. Tubuh kita adalah bait Allah, harus kita menyucikan diri, agar kita layak dipakai Tuhan.

4. Kekuranga Belsyazar, karena ia tidak memuliakan Allah. Ia hanya memuliakan berhalanya

5. Belsyazar tidak siap sedia dan berjaga-jaga.Ketika ayahnya pergi berperang ia hanya menikmati di istana raja, tidak siap sedia dan berjaga-jaga terhadap musuhnya. Wahyu 6 mengatakan ada seekor kuda putih, orang yang menunggang kuda putih itu  memegang busurnya tetapi tidak membawa panahnya. Inilah damai yang pura-pura. Dalam mulut mengatakan, “tidak ada peperangan”, namun sebenarnya secara tersembunyi ada panahnya dan tidak lama lagi akan terjadi peperangan, bangsa melawan bangsa dan kerajaan akan bangkit melawan kerajaan.”

Kita harus selalu siap sedia, jangan cinta akan dunia ini. Bagi orang yang tawar hati, mari kita bangkit dan dengan giat dan rajin membaca firman Tuhan dan berdoa. Pada waktu kedatangan-Nya,  Kristus akan menyelamatkan kita luput dari bencana-bencana. Mari kita menyelidiki diri sendiri, apakah kita ditimbang dan didapati sangat ringan?

Belsyazar ditimbang dengan neraca didapati terlalu ringan. Kemudian Daniel memberitahukan kepadanya, “Kerajaanmu akan runtuh dan bangsamu akan dibunuh oleh musuh dan tibalah kesudahanmu.” Raja Belsyazar tidak percaya, katanya, “kota Babel sangat tinggi dan besar, raja orang Kasdim tidak mungkin dapat menyerang kota kita.” Saat itu tentara orang Kasdim masuk kedalam kota melalu kanal-kanal kota itu, tentara yang menjaga pintu gerbang kota terdapat sedang tidur dan juga dibunuh, tentara orang Kasdim dengan mudah masuk dan menyerang kota Babel itu. Pada malam itu raja Belsyazar dibunuh dan negaranya juga rumtuh.

Saudara sekalian, Allah itu benar dan adil, janganlah kita melalaikan peringatan Allah, tidak ada orang yang sanggup menahan hukumannya.Melalaikan firman akan berpengaruh terhadap keluarga.  Contoh: Adam dan Yakub.

Dosa akan dinyatakan.  Ada sepasang suami dan isteri, mereka orang kaya. Pada suatu hari, isteri berkata kepada suaminya, “mamaku sakit, saya mau pulang menjenguk mama.” Suami menjawab, “baiklah, kamu pulang dan menjenguk mama” tetapi isteri bukan pulang untuk menjenguk mamanya, melainkan pergi dengan seorang laki-laki dan bermain diatas gunung.

Bagaimana keadaan mu? Bagaimana jika ditimbang diatas neraca Tuhan?  Apakah didapati terlalu ringan?


你被秤在天平裏顯出你的虧欠
D-21  9-8-1964
但5:1-9, 27

伯沙撒是巴比倫王尼布甲尼撒的孫, 他在宮中, 一天拿聖器皿拜神所用杯來盛酒給皇後妃嬪吃喝, 正是高慶快樂之時, 忽然牆上顯出一大手, 寫出字來, 沒有人能讀, 但是但以理來把那些字解釋, 其中一句說, 「你被秤在天平裏顯出你的虧欠。」

現在有許多人, 秤在自己的天平裏不覺得有什麽虧欠, 諸位弟兄姐妹, 伯沙撒秤在自己的天平裏不覺得有什麽虧欠, 自己以為很好。
當時法利賽人雖然犯大罪, 多罪, 但自己不覺得有錯, 他禱告說, 「我不像別人勒索, 不義, 我常禁食, 捐錢, 他放在自己的天平裏不覺得有虧欠。」

我有一個朋友, 他請了一個年輕女工人, 面貌非常難看, 嘴歪得很, 很多人怕看她。一天, 有一個朋友到這朋友家中, 那朋友一看見, 吓了一跳, 朋友說, 「為什麽你家中的朋友這麽難看」但她卻常常打扮, 很摩登, 行動时自顯美形, 她在自己的天平裏不覺得有虧欠。

伯沙撒王不但自己不覺得有虧欠, 也許他在別人的天平裏不覺得有虧欠; 很多人外表很好, 很多罪別人不知道, 人還以為你好, 很熱心, 很不錯, 但放在神的天平裏就顯出虧欠, 正把鏡一照就顯出污點。

今天請各人自己在神前照一照
我們在人面前自以為很好, 我勸你來到主前照照自己, 放在神的天平裏一秤罷。
撒瑪利亞婦人
 
沙撒王在神的天平裏顯出虧欠
1.    輕忽神的警告
當尼布甲尼撒王, 這是一個警告什麽人犯罪, 什麽人受刑罰, 什麽地方犯罪, 什麽地方受刑罰, 這是警告我們不輕忽。
羅得貪愛世界離開亞伯拉罕結果怎麽樣? 這都是我們的警告, 我們不可輕忽。

2.    驕傲自大
驕傲是頂大的罪, 很多人不自卑而驕傲

3.    是污穢聖殿的器皿
我們知道人的身體是神的殿, 故當自潔合乎主用。

4.    伯沙撒虧欠是因不榮耀神
他榮耀偶像

5.    伯沙撒的當儆醒而不預備
當他父親出去打仗, 他卻在皇宫享受, 不儆醒, 不預備。 啟6章 說一匹白馬假和平, 騎馬的拿了弓無箭, 即是假和平。口裏說, 「沒有戰爭」其實是暗藏箭於袋中, 不久必有大戰爭, 民攻民, 國攻國。

我們要預備, 不要貪愛世界, 冷淡的, 發熱心, 多讀經, 多禱告。主來時, 必救我們脫離災難。 我們當省察自己有否虧欠。

伯沙撒顯出虧欠以後怎樣? 但以理告訴他, 「你的國完了, 你的民完了, 你的一切都完了。」伯沙撒不相信心裏說, 「巴比倫城這麽高大, 大利烏不可能攻打進來。」豈知城下有流水的溝, 兵士從那裏爬進來, 城門看見看守的人睡覺, 就用刀殺他們, 於是把城門打開, 兵士們一起進城, 伯沙撒王當晚被殺了國也亡了。

兄姐們, 神是公義的, 我們快把罪弄清, 免得受罰担當不起。
罪的報應, 可以臨到家庭
亞當犯罪
雅各犯罪

罪在人身上很快顯出來, 有一對夫婦, 他們很有錢, 一天妻對丈夫說, 「母親有病, 我回去看看她。」丈夫說, 「好, 你回去, 看看罷。」她走了, 不是看母親, 實在和她的男朋友上山遊玩。

你被秤在天平裏顯出你的虧欠


Tidak ada komentar:

Posting Komentar