Minggu, 25 Januari 2015

Kamu di Pihak yang Mana? (D42)

Kamu di pihak yang mana?
D-42 4/2-1967
Lukas 15

Tema ini pada jaman ini dianggap tema modern. Hal ini menyatakan jaman sekarang adalah jaman yang kacau balau, celakalah jika kita tidak hati-hati berada di pihak yang salah. Kita harus mengetahui keberadaan kita sangat bernilai dan jiwa kita sangat berharga. Maka banyak orang politik mengharapkan kita berada di pihak mereka, demikian pula para pemikir dan pemimpin agama juga mengharapkan kita berada dipihak mereka. 


Kita harus menyadari bahwa kita mempunyai hidup yang sangat bernilai. Yesus berkata : "Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal" ( Yoh 12:24,25).  Maka janganlah kita membiarkan hidup yang bernilai ini disia-siakan begitu saja, haruslah kita mencari dipihak mana kita harus dukung.

Mari kita dengan saksama memilih dimana akan kita mempertaruhkan hidup kita, jangan kita seperti benih yang ditabur di pinggir jalan, atau di atas batu dan di tengah-tengah semak duri, hidup kita harus menjadi benih yang ditaburkan di tanah yang baik.  Luk 8:4-8  sayang sekali, sampai sekarang banyak orang telah kehilangan jiwanya, mereka tidak memperoleh kerajaan Surga yang bernilai. Mari kita memperhatikan dimana akan kita berpihak ( lihat Luk 15 ) melalui beberapa ayat ini akan kita memperoleh petunjuk bagi kita.

I. Apakah kita berpihak pada harta? 11-14
Melalui ayat Alkitab ini, kita dapat melihat si anak bungsu ini adalah seorang materisme, ia hanya mau harta, ia tidak mau ayahnya, ia tidak suka bersama ayahnya, mungkin saat ia memerlukan uang baru ia memanggil ayahnya. “Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku.” berikan, bagian milik kita, sesudah memperoleh harta langsung ia meninggalkan ayahnya. Orang seperti ini seperti tidak ada prikemanusiaan. Ia mulai menjunjung tinggi hartanya, ia menganggap ada uang ada kuasa, ia dapat berbuat apa saja, uang bagaikan jawanya. Inilah keadaan anak bungsu telah berpihak pada hartanya.

Iblis mengetahui kelemahan kita, ia selalu menggoda kita dengan kekayaan, sehingga kita terikat oleh harta kekayaan dan menjadi budaknya, hidup kita dipermainkan oleh hati yang berniat memperoleh kekayaan, akhirnya kit amenjadi korban. (Yesus mendapat pencobaan Iblis)

Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya (ia sudah bebas, ada kebebasan) pada suatu hari ia telah menghabiskan hartanya, sungguh “langit mempunyai cuaca yang tidak dapat terduga dan manusia juga mempunyai kemalangan yang tiba-tiba”.  Anak bungsu ini telah menjadi melarat, apakah kita dapat berpihak pada harta kekayaan?

II. Apakah kita berpihak pada manusia? 15,16
Anak bungsu yang telah menjadi miskin terpaksa minta pertolongan seseorang. Pada saat ia masih banyak hartanya, banyak orang datang berpihak kepadanya. Ia telah mengenal banyak orang, dan semua orang yang berpihak kepadanya datang kepadanya. Sekaran ia sudah melarat, semua orang yang berpihak kepadanya telah pergi. Pepatah mengatakan, “kenalan banyak dimana-mana, tetapi tidak satupun yang sungguh-sungguh mengenal diri kita.” Saat kita kaya banyak orang mau datang kepada kita, tetapi saat menjadi miskin mereka satu persatu sudah pergi.  Mereka tidak lagi datang, biarpun ketemu di jalan, ia akan pura-pura tidak mengenal. Jika engkau mau mencari dia, ia akan menolak dengan alasan sibuk, atau berpesan kepada keluaga,  "bilang tidak ada di rumah", ia sangat takut, kalau kamu datang mau minta pertolongan.

Sekarang ia datang mencari seorang kenalannya, ia bukan lagi menjadi tamu agung, ia hanya menyambutnya sebagai seorang hamba saja. Apakah ia menyediakan makanan yang lezat? Tidak, ia hanya diizinkan makan makanan babi. Sungguh benar, bahwa “habungan manusia sangat tawar bagaikan air”

Lihatlah, si Anu tetap seperti yang dulu, tetapi dulu ia kaya, sekarang ia sudah miskin; dulu ia mempunyai teman yang banyak, sekarang teman tidak ada lagi. Semua orang terhadap ia telah berubah, apakah dapat kita berpihak kepada manusia? Harta dan manusia tidak dapat kita andalkan, ada apa lagi yang dapat kita andalkan dan menjadi pihak kita?

III. Tuhan Yesus mau kita berpihak kepada-Nya  7-24 “ia menyadari keadaannya”


你們向那裏靠攏
D-42 4/2-1967
路15
這個題目在現代的時期, 算是很時麾也可見得現時的世代很混亂, 稍一不慎靠攏失宜, 那是何等大的危險。你們要知道, 你們的心腸是寶貴的, 你們的生命是有價值的, 惟其是這樣, 所以有許多政客官僚很想拉攏你們, 同時教育家, 宗教家也歡迎你們投靠在他們的陣行裏。
我們既有這樣有價值的生命, 就當找一個出發點去投靠, 耶穌說, 『一粒麥子不落在地裏死了,仍舊是一粒,若是死了,就結出許多子粒來。愛惜自己生命的,就失喪生命;在這世上恨惡自己生命的,你要保守生命到永生。』約12:24,25 所以我們不要讓生命去蔭乾而死, 乃要將生命向一處投靠才是對的。

不過靠攏也得審慎選擇的, 我們的生命不要投在路旁邊, 磐石上或荊棘丛中, 乃要投在沃壤裏。路 8:  但可惜至今一代一代人們的生命都白白捨了沒有換回天國的代價。然則你們當向那裏靠攏(請參看 路 15: ) 可以得到其中的指示。

(一)    你們要向金錢那裏靠攏嗎? 11-14
在這四節經文己提示我們, 小兒子是一個唯物論的人物, 他只知要錢, 不知要父親, 他是一個仇孝主義的人物, 為了愛錢才叫聲爸爸, 「父親, 請你把我應得的家產分給我。」應得, 分, 錢到手離開父親走了, 這等人亳無人情, 那時, 錢阿, 你是萬能, 你是我的生命阿, 你是最寶貴的, 他實行向錢靠攏了。

魔鬼知道人的弱點, 常以物質誘惑人叫你因著要向金錢靠攏無形中受了束縛, 做了他的奴隸, 他叫你這樣, 你就這樣, 叫你那樣就那樣, 甚至為這而牺牲。(耶穌受試)
任意放蕩浪費資財(這是你的自由, 你的民主) 有一天資財盡了, 天有不測之風雲, 人有霎時的禍福。那就窮苦起來了, 金錢是可以靠攏的嗎?

(二)    你們要向人們那裏去靠攏嗎? 15,16
投靠那地方的一個人, 當他富有時恐怕他要說, 我有錢了, 人要向我靠攏了, 那麽我要多認識些人, 一呼百應, 這不是好嗎? 但要知世上的人情淡如水, 真所謂相識滿天下, 知己無一人, 人是靠不住的。 從前這個青年人有錢門戶為穿到感覺不如前時, 朋友少了, 到了艱難的時候, 他怕你向他借錢了, 碰面也裝著不認識了。你要找他時, 他不是說不在家就是我今天很忙, 改天再見吧。
現只投靠到一個人還是給你作上賓嗎? 不! 只把你看著猪罷了, 還給你上好酒菜吃嗎? 沒有, 只有看猪群罷了。真是人情淡如水。
看哪, 某某人從前也是那個人, 現在也是那個人, 因為從前有錢, 朋友多, 現在沒有錢朋友少了, 此一時也彼一時也, 人心不同了, 人們是可以靠攏的嗎? 某君說, 某某人現在好嗎? 從前差不多, 每日都見面, 現在許久沒有見面了。唉, 人錢不可靠, 人情不可靠, 究竟如何是好?

(三)    耶穌最歡迎人們向他靠攏的 7-24 『醒悟過來』




Tidak ada komentar:

Posting Komentar