Minggu, 15 Februari 2015

Pemuda: Di Pihak yang Mana? (D45)

Pemuda: Di pihak yang mana?
D-45
Luk 8:4-8
Pemuda memiliki hati yang bersih dan memiliki semangat yang tinggi, mereka mempunyai masa depan yang cerah. Mereka disayangi bagaikan malaikat; maka banyak politikus ingin menarik mereka menjadi pihaknya; demikian para pendidik dan rohaniwan mengharapkan mereka di pihaknya.


Hidup pemuda mempunyai potensi yang besar.  Seharusnya pemuda memilih di pihak yang tepat agar dapat mengembangkan talenta untuk kemuliaan Tuhan dan mengabdi pada masyarakat. Tuhan Yesus berkata “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. ( Yoh 12:24,25).  Maka haruslah pemuda berhati-hati, di mana kita berpihak, jangan kita mati kering dengan sia-sia.

Apa artinya mati kering dengan sia-sia? Yaitu seorang hanya menghamburkan waktunya dengan duduk dan bermain, tidak ada usahanya benar dan hanya menyia-nyiakan waktunya.

Hai, pemuda, pilihlah yang tepat, jangan kita sembarang berdiri di pihak yang salah.

Luk 8:4-8, ada empat tempat menjadi pihak hidup kita, seperti benih yang ditabur oleh penabur, ada yang jatuh pada pinggir jalan, ada di atas batu, ada di tengah-tengah semak duri, ada juga di tanah yang baik. Sayang sekali banyak pemuda bagaikan benih yang jatuh di tempat yang salah, akhirnya kehilangan kerajaan surga yang sangat bernilai.

Pada jaman dahulu, pemuda suka berpihak pada seorang raja, maka mereka tekun belajar dan mendapatkan ilmu pengetahuan yang banyak, agar mereka lulus mengikuti ujian raja.” Sesudah mereka mendapatkan lulusan ujian raja, langsung diangkat menjadi pejabat tinggi dan dapat berpihak dengan raja. Demikian keluarganya akan mendapatkan banyak kekayaan dari raja. Ini adalah sikap pendidikan egois, bagaikan benih yang jatuh di tengah batu, cepat bertumbuh dan cepat menjadi layu. Saat berkuasa ia jaya, tetapi begitu habis kuasanya, bisa juga ia akan dihukum.” Para pengikut Kongzi mempunyai ajaran demikian, “seorang berguna bagi negara, ia akan menjadi berguna bagi keluarganya.” Semua orang berusaha memihak kepada rajanya. Banyak juga menjadi korban karena mereka berpihak pada raja. Tuhan Yesus berkata, “ biarkan orang mati mengubur orang mati.” Luk 9:60

Ketika Yesus mulai memberitakan Injil kerajaan Allah, Ia baru berumur 30 tahun. Ia seorang pemuda yang baik.  Hidupnya memiliki potensi yang besar dan hati yang bersih. Ia disukai oleh Allah dan manusia.  Tetapi Ia juga menghadapi pencobaan dari Iblis.  Iblis mengharap Yesus berpihak padanya. Mat 4:1-11 Yesus sudah berpihak kepada Allah Bapa, tangannya dipegang oleh Allah Bapa, Ia memiliki Firman Allah, semua godaan Iblis tidak dapat mengerakan hatinya.  Akhirnya Iblis meninggalkannya.

Ada banyak pemuda, sesudah tamat dari SMA, kemudian mendapatkan gelar di Universitas, tujuannya hanya mau menjadi kaya dan kedudukan, maka ia bermain mata dengan Iblis, agar ia dapat berpihak dengan orang yang berkuasa. Akibatnya ia hanya menjadi sebuah pohon ara yang tidak ada buahnya. Daunnya banyak tetapi tidak ada satu buahpun untuk Tuhan. Karena pohon ara itu tidak berbuah, akhirnya ditebang dan dibuang, Tuhan Yesus berkata, “apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawanya.”

Para pemuda, Yesus mau kita berpihak kepada-Nya, ketika Tuhan Yesus melihat Petrus sedang membersihkan dan menambal jalanya, Yesus memanggil Petrus, Petrus segera mengikuti Tuhan Yesus. Petrus dengan iman mengikuti Tuhan Yesus. Tuhan Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup. Mari kita berpihak kepada Tuhan Yesus, jika kita bersama Yesus, kita akan berbuah banyak,  Yesus berkata “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yoh 15:5).  wahai para pemuda, jika engkau mau, mau percaya kepada Tuhan Yesus, maka engkau akan seperti pohon anggur dan ranting-rantingnya, memperoleh hidup dan hidup yang kekal. Marilah berpihak kepadanya.

青年們你們向那裏靠攏
D-45
路 8:4-8
青年們! 你們的心腸是潔白的, 生命是豐富的, 前程是無限的量的。你們確實像天使一樣可愛; 因為這樣,  所以許多政客官僚, 很想拉攏你們, 同時教育家, 宗教家也歡迎你們投靠在他們的陣行裏。

青年既有豐富的生命, 也當找一個出發點去投靠, 好發揮你生命的活力造福人類, 榮耀主名。耶穌對青年人說, 『一粒麥子不落在地裏死了,仍舊是一粒,若是死了,就結出許多子粒來。愛惜自己生命的,就失喪生命;在這世上恨惡自己生命的,你要保守生命到永生。』約12:24,25 所以青年們,不要讓生命去蔭乾而死, 乃要將生命向一處投靠才是對的。

什麽叫做讓生命去陰乾而死呢? 這就是一個人終日游手好閒, 愛食懶作, 把黃金般的光陰浪費, 不務正業, 這種生活就是讓生命陰乾而死阿。
要將生命向一處投靠才是對的, 這是不錯的, 不過靠攏也得審慎選擇的, 倘若你隨便投靠, 恐怕一無所成, 反而遭到災害阿。

剛才所讀 路8:4-8, 有四個地方給我們生命的投靠, 但我們的生命投在路旁邊, 磐石上或荊棘中乃要投在沃壤裏, 可惜, 從古至今, 一代一代的青年的生命, 都白白捨了, 沒有換回天國的代價呢!

在封建時代, 青年人要向黃帝靠攏, 所念的書是「滿朝諸子貴盡是讀書人」「一子受皇恩, 全家食天祿」這樣靠攏, 也許會一舉成名, 暴富暴貴的, 然而這不過是自私的教育。正如將生命投在磐石上暫時好看, 其實是於事無補, 於人無益, 所謂「當時則榮, 沒則己咎」, 孔子世家贊這樣的自私教育遂將中國幾千年來養成了貪污的社會, 所謂何以利吾國, 何以利吾家, 何以利吾身, 上下交征利而國危矣, 將生命去靠攏皇帝, 不過是一代送一代去白死吧, 耶穌說, 「任從死人去埋葬死人罷。」

當耶穌初出身的時候, 年齡是三十左右是一個大好的青年, 有豐盛的生命, 清潔的心, 神與人都愛他, 誰知試探來了, 撒但也看中耶穌, 想耶穌向他靠攏, 不惜多方利誘 (太4 ) 可是耶穌己靠攏緊握上帝的手, 有了父的言語, 耶穌對於一切富貴都視作浮雲, 撒但無可施其技了。

有些青年, 念完了中學, 再戴上四方帽, 其目的在乎富與貴, 乃不惜向撒但頻送秋波, 實行靠攏, 他們也會得到高官厚祿的, 然而亦不過如聖經所載的無花果樹的故事罷了。這無花果雖長得好看綠葉多枝, 但它不結果, 那麽, 不過是一條生命落在土裏, 換回一條生命而己, 若更因無結果被人斬伐, 則連原本的生命也白喪掉了。耶穌說, 利盡天下而失生命者何益之有。
青年們, 耶穌最歡迎青年人向他靠攏的, 昔日彼得在海邊補網, 耶穌看上他, 用手一招, 彼得立即抛弃一切跟隨耶穌, 彼得和耶穌實在沒有深的歷史, 我們對耶穌, 只要有信心能克苦負十字架往普天下傳福音, 便可靠攏的, 耶穌說, 「我就是道路, 真理, 生命。」「我乃葡萄樹, 我父是栽培人, 你們是枝子, 你們常在我裏面, 我亦常在你們裏面, 就多結果子。」青年們, 只要你肯, 只要你信, 你們像葡萄樹枝子緊緊靠攏實在耶穌身上就必能得新的生命, 就是永生, 青年們, 快來罷。

當偉光往台, 我很怕他人地生疏, 為歹人所誘, 當圠光到萬隆時, 我怕他投靠了亞非。






Tidak ada komentar:

Posting Komentar