Minggu, 13 Juli 2014

Elia dan Janda di Sarfat (D17)

Elia dan Janda di Sarfat
D-17  19/4-64
I Raj 17:8-14

Di negeri Sarfat karena tiada turun hujan, semua menjadi kering dan gersang. Semua pohon dan rumput-rumput di padang menjadi kering, dan semua hidup sulit mendapatkan makanan. Ada seorang janda yang miskin dan selalu hidup dalam kelaparan, mukanya kuning dan berkerut, ia sedang mencari makanan dan mengambil kayu api dari pohon kering itu.

Tiba-tiba datang seorang nabi bernama Elia, ia mendapat suara Tuhan dan datang kepada janda untuk meminta makanan. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum.”  Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti." Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."

Keadaan janda Sarfat itu sangat kasihan, sepatutnyalah kita membantu, bukan malah minta makanan daripadanya. Perempuan itu juga merasakan dirinnya tidak akan sanggup memberi makanan kepada nabi Elia. Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."  

Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

Ceritera ini mengajarkan kita tentang persembahan, dan kita akan mendapatkan iman untuk membantu pelayanan pekerjaan Tuhan melalui persembahan.

I. Mengapa seorang hamba Allah minta makanan dari seorang janda yang miskin?

Elia adalah hamba Allah, hamba Allah adalah salah satu suku dari kedua belas suku itu, yaitu suku Lewi, Allah mengasingkan suku ini untuk pekerjaan bait Allah. Mereka tidak memiliki bagian tanah seperti suku yang lain, mereka hanya dengan iman dan mendapatkan persembahan dari suku yang lain pada saat mereka membawa persembahan kepada Allah. Saat orang datang membawa persembahan, mereka dapat makanan, tetapi jika tidak, mereka akan tidak ada makanan. Mereka hanya mendapatkan bagian dari persembahan umat pilihan Allah.

Di gereja sekarang juga, semua hamba Tuhan mereka dipilih secara full time melayani Tuhan, kebutuhan hidup mereka hanya bersumber dari anak-anak Tuhan yang telah memperoleh berkat Tuhan.

II. Allah telah memakai seorang janda memberikan makanan kepada nabi Elia. Mengapa dalam keadaan yang sulit dan miskin Allah masih menyuruh perempuan janda ini untuk memberi makanan kepada nabi Elia? Apakah Allah tidak ada kasih-Nya?

Seorang nabi adalah pemimpin orang Israel, setiap orang Israel harus memperhatikan kebutuhan hidup mereka.  Sekarang Allah mempunyai kehendaknya yang indah  dan memakai janda ini untuk memberikan makan kepada nabi, supaya menyatakan kemuliaan Allah.

Nabi Elia melambangkan hamba Tuhan sekarang, janda melambangkan jemaat, karena Kristus adalah mempelai laki-laki dan jemaat adalah mempelai perumpuan. Kristus mengatakan, bahwa saat mempelai masih bersama-sama, mempelai perempuan tidak perlu puasa, sekarang Kristus sudah meninggalkan dan naik ke Surga, jemaat seperti seorang perempuan janda. Maka janda ini dapat kita melambangkan jemaat.

Allah memakai jemaat mencukupi kebutuhan hamba-Nya. Inilah sepatutnya, Alkitab mengatakan, “"Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik!" juga mengatakan “sebab seorang pekerja patut mendapatkan upahnya”

Maka dalam kebenaran persembahan, kita harus mengerti dan memperhatikan kebutuhan seorang hamba Tuhan.

Banyak jemaat yang memperhatikan kebutuhan hamba Tuhan dan mereka juga diberkati Tuhan. Karena hamba Tuhan adalah pekerja dari Allah dan melayani umatnya. Jemaat Hok Im Tong di Bandung, mereka sangat memperhatikan kebutuhan hamba Tuhan, dari jemaat mereka ada 4 kendaraan mobil yang siap dipakai oleh hamba Tuhan.  Jemaat Petakosta di Makassar juga sangat memperhatikan hamba Tuhan-nya.  Setiap tahun pada hari ulang tahun hamba Tuhan-nya mereka mengadakan acara ulang tahun bagi hamba Tuhan-nya secara bergilir dan memberikan banyak bingkisan, juga memberikan salib atau cincin emas untuk hamba Tuhan-nya. Mereka sangat menghormati hamba Tuhan, sehingga hamba Tuhan juga mendapatkan banyak dorongan dalam pelayanan.

Saya sudah 27 tahun melayanni di gereja kita ini, walaupun banyak mengalami kesulitan, juga mendapatkan banyak perhatian dari jemaat, sehingga kami mendapatkan banyak dorongan dan kekuatan dalam pelayanan. Tentu juga ada jemaat yang tidak tahu menghormati hamba Tuhan, mereka menganggap hamba Tuhan hanyalah seorang upahan saja, mereka tidak tahu memperhatikan hamba Tuhan dan selalu menyusahkan hamba Tuhan, tentu hal ini menjadi halangan bagi pekerjaan Tuhan.

Di GuangZhou ada seorang jemaat, kelihatan sangat aktif melayani Tuhan, tetapi terhadap hamba Tuhan ia hanya menganggap seorang pembantu, apa yang dipakai hamba Tuhan itu maupun mangkok makannya sangat tidak layak. Hati-hatilah terhadap hamba Tuhan, banyak jemaat seperti itu akhirnya mendapatkan ajaran dan hukuman Tuhan. Di Surabaya ada seorang jemaat, ia selalu mempersulitkan hamba Tuhan, akhirnya ia menjadi melarat, bertahun-tahun tidak mendapatkan pekerjaan, sampai ia meninggal dunia. Contoh-contoh ini sangat banyak.

III. Menolong orang sama dengan menolong diri sendiri.

Sedikit tepung dan sedikit minyak, sesudah makan hanya menanti kematian, tetapi karena mau mempersembahkan kepada Tuhan, ia telah melakukan pekerjaan besar bagi Tuhan. Bukan saja nabi mendapatkan makanan, juga perempuan janda dan anaknya, yang tadinya menanti kematian, kini juga mendapatkan pertolongan Tuhan,  sampai mereka melewati bencana kelaparan dalam keadaan tidak kekurangan.

Maka dalam persembahan jangan kita berdasarkan perasaan, harus berdasarkan iman. Saat melihat kehendak Tuhan dimana ada kebutuhan, walaupun keadaan tidak mungkin, tetapi dengan iman kita lakukan, kita akan melihat kuasa Tuhan.

Izinkan saya memberikan sedikit kesaksian, saat saya masuk sekolah Alkitab, saya tidak mempunyai uang, karena saya menyerahkan diri kepada Tuhan, sampai saya selesai studi di Sekolah Alkitab, saya tidak ada uang yang lebih juga tidak ada uang yang kurang. Saya percaya yang terpenting harus memiliki Alkitab. Saya berjanji akan membeli sebuah Alkitab yang pinggirnya yang berpolis warna mas, saat itu saya kesulitan uang, Tuhan mengerakan hati saya untuk menjual buku-buku rohani, saya menggunakan 16 hari, telah memperoleh keuntungan persis dapat membeli Alkitab itu, tidak lebih juga tidak kurang.

Saat saya bertekad mau pergi ke Asia Tenggara untuk pemberitaan Injil, tetapi mengalami banyak hambatan, tetapi sesudah sampai pada waktunya 7 tahun kemudian, saya telah mendapatkan jawaban dan sudah melayani di Asia Tenggara (Makassar) 27 tahun.
Pada jaman Jepang, kami tidak ada lagi uang, hidup kami sangat susah. Tetapi Tuhan telah memakai kami membuka pos PI di tempat-tempat pengungsian dan dalam kesulitan kami tetapi dapat menerbitkan buku “HUT 25 tahun Gereja Makassar”  “ buku pelayananku 25 tahun” “HUT 30 tahun CFMU”  semuanya kami terbitkan dalam keadaan susah. Dengan ini kami dapat membuktikan dalam pelayanan pekerjaan Tuhan bukan uangnya yang terpenting, melainkan kita harus sungguh-sungguh melayani Tuhan, Tuhan akan mencukupi semuanya.

Hanya sedikit tepung dan sedikit minyak, jika kita mau mempersembahkan untuk Tuhan, akan dipakai Tuhan, Haleluya, Amin.


一個寡婦供養以利亞
D-17  19/4-64
王上7:8-14

在撒勒法的城外, 因著旱災的原故, 顯出荒涼, 一切樹木青草都呈露枯黃, 沒有葉子, 極其凋零凄慘, 在那裏有一個寡婦面目瘦黃, 容形憔悴可憐, 好像很多心事, 堆滿在她的心頭, 難以告訴人者, 她正在那裏找樹上跌下來的枯枝, 忽而有個先知以利亞由於上帝的吩咐來到寡婦的面前, 對寡婦說, 求你取點水給我喝。她正要去取水的時候, 以利亞又呼叫說, 也求你拿一點餅來給我。 她發誓說, 我沒有餅, 罈內只有一把麵, 瓶裏只有一點油, 我現在找兩根柴回家, 要為我和我兒子作餅。我吃了死就罷。這種凄慘的情形, 實在叫人心酸, 動起同情的心來幫助她, 那裏還敢求她呢? 而她也沒有這勇氣來供養先知以利亞了。 可是以利亞對她說, 不要惧怕, 可以照你所說的去作罷! 只要先為我做一個小餅必而後為你和你的兒子作餅。 上帝如此說, 罈內的麵必不減少, 瓶內的油也不缺短, 直至雨降的日子。 婦人也照以利亞的話去行, 果然蒙福, 大家安然渡過災難的日子。

在這個故事裏對於奉獻的道理上得到許多幫助, 好叫我們放胆為主聖工而奉獻。

(一)    為什麽一個神的僕人要寡婦來供養
以利亞是神的僕人, 神的僕人在約書亞記有十二支派, 其中一個支派是利未, 上帝要他分別為聖來作聖工, 他們沒有得到分給產業, 他們是憑信心依靠拜神人所奉獻的來生活, 拜神的人有奉獻他就有, 拜神的人沒有奉獻, 他就沒有, 所以神的僕人是憑拜神的人所奉獻的來生活, 凡是上帝的選民都有選民都有責任來供養主的僕人。

今日教會的牧師傳道在教會專心事主的人, 他的生活就是依靠上帝的兒女來供養, 因為他們丟弃世界一切來專心事主, 教會的人蒙恩奉獻多少傳道人的生活是憑著他們的奉獻來過活的。

(二)    現在上帝吩咐寡婦來供養以利亞, 然則在這樣困難的境況, 為什麽上帝毫無同情寡婦的處境而徧要寡婦來供養主的先知呢? 是否上帝沒有愛心呢?

在這顯見先知是以色列人的領導者每個以色列人對先知的生活都應該關懷的, 這次上帝要寡婦來供養先知是有祂美好的旨意, 也是要顥出上帝的榮耀作為來。

以利亞就是預表今日的牧師傳道, 寡婦是預表教會因為基督是新郎, 教會是新婦, 基督曾說, 新郎在新婦何必禁食, 現在基督己經離世升天去了, 教會變成寡婦了, 所以這寡婦就是預表教會。

主的僕人上帝吩咐教會來供養, 這是理所當然, 何況經上說 「輾谷的牛勿籠其口。」 又說, 「工人得工價是理所當然的。」

所以在奉獻之道, 我們要明白要關懷主的工人他的生活如何。
有些人當傳道牧師是主的工人, 是上帝的代表, 好好的關懷他, 冀得上帝賜福。在萬隆福音堂, 他們的信徒當中, 大部汽車輪流給牧師使用, 這是愛主愛到主僕的表現,  在錫江五旬節教會, 信徒每年在牧師生日期間, 各人為牧師舉辦愛筵並贈送金十架或戒指等禮物。他們這種敬重牧師實在使該牧師獲慰不少。

我在這裏工作二十七年, 雖然受到許多困難, 但教會中也有不少關心傳道人的生活, 使我在精神上得到很大的安慰和工作上的助力不少。
但也有不少人看傳道牧師是普通被顧的工人, 亳無關懷, 隨意輕看藐視, 常使之難過, 有碍主工不少。
在廣州有一個名為熱心上主的人, 竟然用大砵來給傳道人作飯盌, 多麽褻瀆主的僕人。
但要小心, 因為多少為難主的僕人而受到主的懲責。 在泗水有一位司徒弟兄, 因為諸般為難主的僕人, 結果失業多年, 生活甚困難, 直至最近離世。這樣的例證很多, 不勝枚舉。

(三)    救人就是救自己
一些麵一點油, 吃了只可等死, 但因奉獻給主, 就作了大工, 不但先知得到供養而存活。即使寡婦與孩子本是等死的, 也蒙主恩, 直至災難過去而不死。
所以奉獻不要憑感覺, 乃是信心, 看見需要就要做, 不怕微小, 只要能實行做出來, 就可見到主的大能了。

因此, 我們得到感動, 千萬不可看自己微小無能, 只要照你的能力做去, 就見到神的榮耀。
在這事上請恕我說一些經驗, 當要讀神學時, 我本來沒有錢, 但因交托主, 至畢業時, 我的費用也不多一文, 也不少一文。我覺得傳道人最寶貴的是聖經, 我應許要買一本金邊聖經, 但到時無錢買, 主感動了我賣福音書來購買金邊聖經, 用了十六天, 恰巧足够買聖經之數, 也不多一文, 也不少一文。

我決志要來南洋傳道, 困難重重, 但到了日期, 在七年後, 我果然逹到志願來到南洋, 於今己二十七年了
日本時代, 我那裏有錢生活己感困難, 但主卻藉著我來在各避難區建牧師樓, 印刷望加錫教會成立廿五年特刊, 余事主廿五年等刊, 中華國外佈道團三十周年傳教史都在沒有金錢而做成, 可見我們作事不是看重金錢, 只要你肯奉獻自己去作, 一切大事主為完成。
一把麵一點油, 若肯獻上主就使用, 哈利路亞, 阿們。



Tidak ada komentar:

Posting Komentar